Bismillahirrahmanirrahim
Assalamu Alaikum Wr.Wb.
Sebagai seorang aktivis dakwah yang baru lahir, saya masih sangat awam
mengenai masalah pergerakan mahasiswa. Apa sih tujuannya….?? Paling aksi
mengkritik kebijakan pemerintah. Trus aksinya di jalan lagi, buat macet lah,
kerusuhan lah, sampai-sampai bentrok dengan polisi.
Gak ada gunanya dehhh…..!!!
Yaaa itu pendapat saya sebelum mengenal apa itu sebenarnya pergerakan
mahasiswa. Ternyata peran mahasiswa sangatlah penting dalam membangun bangsa
ini. Karena mahasiswa adalah usia saat kita sebagai seorang pemuda memiliki
gejolak semangat yang sangat tinggi. Sehingga ketika dihadapkan pada suatu
permasalahan, pemuda cenderung kritis terhadap apa yang dipandangnya kurang sesuai
dengan apa yang dia pikirkan. Namun pergerakan pemuda khususnya mahasiswa ini
memerlukan suatu wadah yang dapat mengarahkan mahasiswa untuk bergerak. Bukan
asal bergerak asal-asalan tanpa tujuan yang jelas, tapi suatu pergerakan yang
memang memiliki landasan ideologi yang benar dan jelas sehingga nantinya akan
menghasilkan mahasiswa yang berkualitas sehingga dapat membawa bangsa ini ke arah
yang lebih baik.
Pertama kali saya mengenal pergerakan mahasiswa secara riil ketika saya
kuliah di Kampus STKS Bandung. Saya menentukan pilihan untuk bergabung di salah
satu wadah pergerakan mahasiswa muslim yaitu KAMMI (Kesatuan Aksi Mahasiswa
Muslim Indonesia). Awalnya saya beranggapan, dari namanya saja tercantum kata
“AKSI”, berarti sama donk dengan organisasi pergerakan mahasiswa lainnya…?
Pasti kerjanya cuman aksi turun ke jalan….!! waddduuuhhhh…….!!! Namun anggapan
saya lambat laun sirna ketika saya mengenal lebih jauh apa itu sejatinya KAMMI.
Ternyata KAMMI bukan hanya sekedar aksi turun ke jalan, di KAMMI saya diajarkan
banyak hal terutama tentang agama Islam. Dan yang paling berbekas di hati saya
yaitu “Ukhuwwah Islamiyah” atau dalam bahasa Indonesia disebut
“Persaudaraan antara Umat Islam”. Kita sebagai umat muslim disatukan dalam
Islam tanpa memandang status sosial, jabatan, umur, kekayaan, dan lain-lain.
Dan hal itu sangat saya rasa ketika saya mengikuti DM (Daurah Marhalah)
1 yang dilaksanakan KAMMI ITB. Jujur pada saat itu pertama kalinya saya
melaksanakan shalat tahajjud. Saya tersadar betapa rendahnya saya di
hadapan Sang Pencipta. Saya tersadar betapa banyaknya dosa-dosa yang saya
perbuat selama ini. Betapa lalainya saya terhadap perintah-perintah Allah. Dan
saat DM 1 juga saya mengucurkan air mata bahagia penuh haru. Air mata anak
bangsa yang merindukan perdamaian di negerinya. Air mata seorang saudara yang
rindu perjuangan bersama saudaranya. Air mata seorang mujahid……!!!
Ikrar Mujahid
- Jika ada 1000 orang yang berjihad di jalan Allah, maka salah satunya adalah aku
- Jika ada 100 orang yang berjihad di jalan Allah, maka salah satunya adalah aku
- Jika ada 10 orang yang berjihad di jalan Allah, maka salah satunya adalah aku
- Jika hanya ada 1 orang yang berjihad di jalan Allah, maka itu adalah aku
- Dan jika sudah tidak ada lagi orang yang berjihad di jalan Allah, maka saksikanlah aku telah mati SYAHID
Begitu luar biasa makna dari ikrar tersebut. Setelah memahaminya secara
mendalam, saya bahkan semua orang yang membacanya berkesimpulan bahwa
diharapkan pribadi kita masing-masing adalah makhluk terakhir di alam semesta
ini yang berjihad di Jalan Allah…..!!!